Setiap tanggal 25 November, kita biasanya merayakan Hari Guru dengan penuh syukur dan harapan. Namun, bagi keluarga besar Yayasan Generasi Muslim Cendekia, tanggal ini memegang makna yang lebih dalam. Tepat dua tahun yang lalu, di hari ketika negeri ini memberikan penghormatan kepada para pendidik, Allah memanggil pulang salah satu guru terbaik kita. Ibu Febri Arianti, S.Pd.
Beliau bukan hanya seorang guru matematika yang sabar dan teliti, tetapi juga sosok penting dalam manajemen sekolah. Sebagai Bendahara Yayasan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bu Febri dikenal sebagai pribadi yang rapi, teratur, mampu bekerja di balik layar dengan ketenangan yang yang membantu proses kerja tetap terarah, dan selalu mengutamakan yang terbaik untuk siswa maupun sekolah.
Di ruang kelas, Bu Febri adalah guru yang dihormati karena gaya mengajarnya yang jelas, sistematis, dan penuh perhatian. Beliau tidak hanya mengajarkan angka dan rumus, tetapi juga kesabaran, ketekunan, serta kejujuran dalam setiap proses belajar.
Siswa-siswanya sering mengatakan bahwa Bu Febri adalah guru yang membuat hal sulit menjadi sederhana, dan membuat mereka merasa mampu ketika sebelumnya mereka ragu.
Di luar kelas, kontribusi Bu Febri sangat terasa. Dalam tugasnya sebagai wakakur, beliau dikenal sangat teliti, berpikir panjang ke depan, serta mampu membuat keputusan yang adil dan bijak. Banyak guru muda belajar darinya, tentang cara bekerja profesional, tentang kesabaran menghadapi tekanan, dan tentang bagaimana tetap menjaga integritas dalam setiap peran.
Meski jadwalnya padat, Bu Febri selalu menawarkan bantuan kepada rekan guru lainnya. Beliau hadir sebagai sahabat yang hangat, pendengar yang baik, dan sosok yang selalu membawa ketenangan.
Meski fisiknya telah tiada, jejak kebaikannya tetap hidup di sekolah ini. Dokumen dan sistem yang beliau rintis masih digunakan, budaya kerja yang beliau tanamkan masih dijalankan, dan nilai-nilai keteladanan beliau terus menjadi inspirasi bagi seluruh civitas YGMC.
Setiap kali memasuki ruang guru, lorong sekolah, atau agenda kurikulum, kita seperti masih merasakan kehadirannya—dalam bentuk semangat, dedikasi, dan cinta beliau terhadap pendidikan.
Di Hari Guru ini, kita tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada para guru yang masih berjuang, tetapi juga kepada mereka yang telah mendahului kita. Bu Febri Arianti, S.Pd adalah salah satu dari mereka. Sosok yang menghabiskan hidupnya untuk mendidik, memperbaiki, dan membangun.
Semoga segala amal jariyah beliau mengalir tanpa putus.
Semoga Allah melapangkan tempat terbaik untuknya.
Dan semoga kita semua mampu meneruskan kebaikan yang telah beliau tinggalkan.
Terima kasih, Bu Febri. Warisanmu tetap ada bersama kami.